<$BlogRSDURL$>
 'Ke Arah Menjana Masyarakat Madani'
 'Ke Arah Menjana Masyarakat Madani'
Sunday, January 15, 2006
Isu pelajar dibenarkan membawa handset ke sekolah

Kementrian Pendidikan telah bersetuju untuk membenarkan pelajar membawa handset ke sekolah. Merujuk kepada akhbar Utusan pada 13/01/06, hal ini disebabkan desakan ibu bapa yang bimbang akan keselamatan anak mereka. Namun, wajarkah ia dilaksanakan ? Beberapa perkara perlu dipertimbangkan kembali sebelum ia dilaksanakan.

Perkara pertama, alasan yang diberikan oleh ibu bapa kurang relevan. Kolej Teknologi Bestari telah memperkenalkan satu wesite di mana guru hanya perlu ' key in' kehadiran pelajar dalam web tersebut dan dalam masa 3 minit ibu bapa akan mendapat sms berkaitan status kehadiran anak mereka ke sekolah.

Perkara kedua, keputusan Kementrian akan sedikit sebanyak menganggu sesi pengajaran dan pembelajaran di samping menambahkan beban seorang guru. Pelajar tidak akan fokus terhadap pengajaran guru. Ini akan menjadikan situasi di sekolah sama dengan senario pelajar di universiti.

Dengan mempertimbangkan perkara ini, relevankan alasan yang membenarkan pelajar Sekolah Menengah dilaksanakan ?


# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 4:06 PM
Monday, February 14, 2005
SURAT HIBURAN
UNTUK KORBAN TSUNAMI


Inilah sedikit bingkisan untuk saudara–saudari sekalian yang sudah meninggal dunia maupun yang masih hidup, baik itu mereka yang telah menjadi korban Tsunami maupun yang bukan. Semoga kata-kata ini dapat menghibur dan membahagiakan kita bersama.

Beberapa waktu yang lalu telah terjadi musibah yang menelan korban meninggal dunia beribu-ribu orang banyaknya, sehingga mayat-mayat bergelimpangan di berbagai tempat seperti tidak ada harganya. Sebenarnya itu adalah kabar berita yang sudah diberitakan oleh Rasulullah SAW sejak Baginda masih hidup lagi, didalam satu paket hadits akhir zaman, yang diperuntukkan khusus buat kita umatnya yang hidup dalam jarak yang jauh dari baginda.

Termasuk didalam paket itu ialah berita yang telah terjadi beberapa bulan yang lalu, yang mengejutkan sekali yaitu kejadian gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan yang sama di bulan Ramadhan 1424 Hijrah.

Semua ini dan banyak lagi sebenarnya adalah panduan yang telah dikirimkan oleh Nabi kita untuk kita. Baginda walaupun sudah wafat, namun tetap bertanggung jawab terhadap nasib kita umat kesayangannya. Siapa bilang kita tidak ada Nabi? Ruh Baginda sebenarnya tetap hidup untuk membimbing kita umatnya sampai ke akhir zaman dan hari kiamat.

Ketika terjadi gerhana bulan dan gerhana matahari dalam bulan Ramadhan yang sama. Dan ketika terjadi gempa bumi serta ombak besar Tsunami yang membunuh ratusan ribu manusia sehingga mayat-mayat tidak berharga lagi, kemudian dilempar ke lubang-lubang besar tanpa diketahui identitas masing-masing, maka ketahuilah bahwa berita yang telah dikabarkan oleh Sayyidil Mursalin itu telah terjadi.

Siapa yang belum tahu tentang berita ini, sebaiknya segera mencari tahu mulai dari sekarang. Siapa yang belum siap untuk mendengar berita ini alangkah bijaksananya kalau mulai sekarang bersiap sedia untuk menerimanya.

Apakah anda tidak berbahagia mempunyai seorang Nabi yang sehebat itu, yang dapat memberitahu umatnya sesuatu yang besar yang akan terjadi dan sekarang telah terjadi? Mana ada manusia yang dapat memberitahu kita tentang ini selain baginda Rasulullah, padahal Beliau hidup 1500 tahun yang lalu dan berita itu disebutkan sebelum Baginda wafat?

Sekali lagi saya tanyakan, apakah anda tidak merasa beruntung mempunyai seorang Nabi yang direzekikan kemampuan luar biasa ini? Dan apakah anda melihatnya kecil saja dan tidak ada nilai apa-apa? Tentu tidak bukan!

Marilah kita bersama-sama merasakan beruntungnya ada Nabi sebesar itu yang tetap membimbing kita walaupun sudah wafat. Berita yang dibawanya adalah panduan-panduan penting yang berguna untuk menjadi arah tujuan pengembaraan hidup kita selanjutnya.

Untuk itu marilah kita bersama-sama mempelajari apakah yang baginda maksudkan dengan panduan-panduan itu semuanya.



1. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Orang Islam harus yakin bahwa mereka akan meninggal dunia. Tetapi itu saja tidak cukup. Orang Islam setelah yakin dengan kematian yang akan menimpanya, harus juga senang dengan kematian dan bersiap-siap untuk menghadapinya. Rasulullah pernah bersabda bahwa orang Islam akan menjadi lemah kalau terkena penyakit cinta dunia dan takut mati. Artinya, kalau umat Islam ingin kuat mereka harus membalikkannya, yaitu cinta akhirat dan senang mati. Memang ajaran Islam yang sekian lama kita anut ini memesankan kepada kita supaya bersikap cinta akhirat dan senang mati. Bukannya seperti apa yang kita lakukan selama ini yaitu memikirkan dunia saja (seperti orang yang bukan Islam) dan akhirat dilupakan, sehingga tidak bersiap-siap apa-apa untuk menghadapi kematian. Padahal Rasulullah SAW sudah memberitahu tentang akan adanya hari kematian beribu-ribu orang itu supaya kita bersiap-siap. Persiapan paling penting ialah persiapan untuk meninggal dunia (semoga husnul khatimah) dan tahan dengan penderitaan yang akan menimpanya (bagi yang masih hidup). Kematian yang setiap hari terjadi, hendaklah dilihat sebagai suatu yang baik dan disukai, bukannya dianggap suatu yang jahat dan ditakuti. Pendidikan yang menjurus kepada merasa senang dan bersiap-siap untuk kematian ini seharusnya diusahakan dengan serius. Supaya umat Islam melihat kematian dengan positif. Orang Islam seharusnya berfikir bahwa kematian itu ialah pulang ke kampung halaman yang dirindui. Jadi apabila terjadi kematian baik itu secara sendiri atau beramai-ramai ini adalah suatu kepulangan yang menyenangkan, bukannya yang menyiksakan. Sementara bagi mereka-mereka yang masih hidup mudah-mudahan hidup mereka dipelihara oleh Tuhan dan akan selamat juga sampai ke tujuan.

2. Korban Tsunami yang masih hidup yang penuh dengan penderitaan, ketahuilah bahwa hidup ini selain memerlukan hari-hari yang gembira dan indah, ia juga memerlukan hari-hari yang duka dan menyiksakan. Hidup tidak akan sempurna dan tidak akan berhasil sepenuhnya kalau kita hanya dibentuk oleh sebagian paket itu. Kedua-dua bagian paket itu yaitu suka dan duka adalah perimbangan yang sungguh diperlukan oleh manusia. Kita tidak adil kalau hanya dapat menerima yang gembira saja. Kita bijaksana dan adil kalau pandai menerima kesedihan. Sebab kedua-duanya datang dari Tuhan. Tuhan yang menghendaki begitu untuk membentuk hamba-hamba-Nya supaya menjadi hamba yang baik. Hari-hari gembira yang lebih lama kita lalui itu sebenarnya supaya kita dapat mengenali Tuhan sebagai Yang Maha Pemurah dan Yang Maha Baik. Maka sebaiknya kita membalas dan melayaninya dengan menyintai dan menaati-Nya. Sementara hari-hari sedih itu yang datang tidak lama, biasanya begitulah dibandingkan dengan jumlah hari-hari gembira, adalah untuk membuat kita insaf bahwa kita ini rupa-rupanya hamba Tuhan. Hidup kita ini bukan kita yang punya, tetapi Tuhan yang punya. Kalau kita dapat menerima takdir tenanglah hidup. Tetapi kalau kita menolak takdir kita harus bertarung dengan perasaan kita sendiri yang sungguh menyakitkan. Tuhan berkata “Kalau manusia tidak dapat redha dengan keputusan-Ku, silahkan cari Tuhan lain dan keluarlah dari bumi dan langit-Ku ini”. Begitu sekali peringatan Tuhan terhadap manusia yang tidak sabar dan tidak redha. Oleh karena itu sebaiknya manusia setuju dengan Tuhan dan berkata seperti ini:

“Tuhan, kalau begitulah keputusan-Mu, saya sebagai hamba sanggup menerimanya walaupun pahit. Kepahitan ini perlu supaya saya dapat merasa rendah diri, merasa lemah, tidak sombong dan tidak pemarah serta tidak merasa besar diri. Barulah saya dapat menyontohi Nabi saya Muhammad SAW yang dapat merendah diri, sedangkan Beliau begitu besar disisi Tuhan. Sementara saya juga tahu kalau Nabi saya itu lebih berat diuji oleh Tuhan dan baginda sangat sabar. Saya redha dengan hukuman-Mu dan saya akan bersabar selama ianya terjadi. Setiap kesakitan adalah penghapusan dosa-dosa yang saya lakukan. Ya Tuhan, bantulah saya untuk menerima taqdir ini sebagai kebaikan dan bantulah saya supaya yakin dengan kebaikan yang Engkau janjikan bersamanya. Sesungguhnya saya amat yakin, sesudah ujian ini ada nikmat yang akan terjadi. Janganlah sia-siakan keyakinan hamba-Mu itu Tuhan. Itulah harapan saya didalam ketakutan ini. Perkenankanlah wahai yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

3. Ketahuilah bahwa Rasulullah SAW sesudah menghiburkan kita dengan ajaran-ajaran yang suci lagi mulia itu telah membawa bersamanya kabar besar dan cukup menggembirakan umat Islam. Kabar itu ialah setelah dunia berada di puncak kezalimannya ini, maka akan dimulailah zaman untuk kehidupan yang harmoni oleh Tuhan. Penyelamat akan didatangkan yaitu Imam Mahdi. Manusia biasa yang kondisinya sama seperti Rasulullah. Bahkan namanya, nama ibunya dan nama bapanya serta keturunannya sama seperti Rasulullah.(semua ini adalah berita dari Rasulullah. Jangan diragukan lagi). Dia dilahirkan untuk bertugas di pihak Rasulullah untuk menyelamatkan dunia seluruhnya dengan Islam. Dunia dengan perlahan-lahan dibawa kepada keharmonian, keamanan, kemakmuran dan kebahagiaan oleh beliau, pewaris Rasulullah itu. Waktu itu keadilan terjadi dimana-mana, kasih sayang berbunga semula, kebaikan akan mengatasi kezaliman, kemungkaran dan maksiat, manusia akan menikmati hidup di puncak pembangunan material dan tamadun rohaniah. Indahnya dunia waktu itu bagaikan syurga, dapat dirasakan oleh setiap makhluk Tuhan dan untuk semua kaum, bangsa dan agama. Ini janji Tuhan melalui lidah Rasul termasuk dalam paket berita-berita yang disampaikan untuk kita. Ia pasti terjadi. Mustahil Tuhan memungkiri janji, dan kita haruslah berusaha dan bersiap-siap menanti datangnya zaman keemasan itu. Zaman Islam kembali gemilang sekali lagi oleh Rasul akhir zaman.

4. Pengorbanan korban Tsunami terutama yang meninggal dunia, sampai berubahnya peta dunia dan wajah masyarakat manusia dari kegelapan kepada cahaya kebenaran ini oleh Tsunami bukannya kecil. Semuanya dianggap cukup berjasa. Tuhan yang baik tidak akan menyia-nyiakan mereka. Apa pendapat anda kalau semua kematian itu diterima baik oleh Tuhan dan mereka sedang bergembira disana, karena menurut Islam mati tenggelam dan mati ditimpa benda berat itu syahid. Kedengarannya buruk tetapi hasilnya baik. Tuhan melakukan azab itu untuk menggantikan mereka dengan pengampunan dan disenaraikan mereka sebagai orang-orang yang berjasa karena kematian mereka telah menukar dunia yang berdosa kepada dunia yang sejahtera. Bukankah itu berarti bahwa tangisan itu ialah tangisan kegembiraan oleh kita? Lalu apalagi yang akan dikesalkan dan ditakutkan, melainkan bergembira dan bersiap-siap menunggu kabar gembira yang pasti tiba. Marilah kita bertaqwa untuk Tuhan yang mempunyai segala-galanya.

Bersama bingkisan ini, kami mengucapkan selamat kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang telah bersedia memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban Tsunami di Aceh. Mudah-mudahan Tuhan menerima amal ibadah ini. Selamat juga kepada Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono yang telah bersedia menukar acara peringatan Tahun Baru 2005 dari acara-acara hiburan menjadi acara-acara keagamaan. Yang ternyata telah mendapat dukungan spontan dari rakyat Indonesia. Selain itu media masa juga telah memainkan peranan begitu penting untuk terus mendidik masyarakat agar menjadi umat yang baik setelah Tsunami ini. Sungguh suatu perkembangan yang diluar dugaan dan sangat menyenangkan.

Akhirnya dari kami, terima kasih wahai Nabi akhir zaman karena membela dan menghiburkan kami. Terima kasih Tuhan karena telah membimbing kami dengan keselamatan


Sekian. Terima kasih

Rujukan : Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At-Tamimi
Chairman Rufaqa Corp.International
# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 8:56 PM
Sunday, January 30, 2005
Tragedi 26 Disember

Pada 26 Disember 1932, gempabumi berlaku di China membunuh 70,000 nyawa.Pada 26 Disember 1939, gempabumi berukuran 7.9 skala Richter berlaku di Wilyah Erzincan, Turki membunuh 41,000 nyawa.Pada 26 Disember 2003, gempabumi berukuran 6.5 skala Richter berlaku di Wilayah Bam, Iran membunuh 45,000 nyawa.Pada 26 Disember 2004, gempabumi berukuran 8.9 skala Richter berlaku di dasarlautan Sumatera dan menyebabkan tsunami yg membunuh 35,000 nyawa di rantau Asia, dan jumlahnya terus meningkat..Jangan kita lupakan ribut Greg di Keningau, Sabah juga berlaku pada awal pagi 26 Disember 1996, yang meragut beratus nyawa. Adakah semuanya ini secara kebetulan?Bukankah pada malam sebelumnya iaitu 25 Disember di kebanyakkan tempat di dunia ini, ramai manusia yang lupa daratan: mabuk, berhibur dan berpoya-poya sempena menyambut HAri Krismas? Pada pagi 26 Disember 2004, di persisiran pantai timur selatan India diberitakan ada temasya memuja laut ketika tsunami melanda..Kita tidak mampu mencari jawapan atas apa yang berlaku, tetapi sekadar menginsafinya dan sebagai peringatan daripada Allah SWT kepada umat manusia.Wallahualam....

# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 5:41 PM
Wednesday, December 29, 2004
MAHASISWA JURUBICARA UMMAH


"Sesungguhnya Islam itu bermula dagang dan ia akan kembali dagang seperti permulaannya. Maka Thuba (sejenis pohon di syurga) bagi orang-orang dagang itu."
(Hadith Riwayat Imam Muslim)


Ke Mana Sirnanya Jatidiri Ummah?

Umat Islam perlu bangkit dan kembali menang! Ini kerana agama anutannya iaitu Islam adalah tinggi dan satu-satunya agama yang diredhai Allah SWT. Namun, benarlah Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud; "Sesungguhnya Islam itu bermula dagang dan ia akan kembali dagang seperti permulaannya. Maka Thuba (sejenis pohon di syurga) bagi orang-orang dagang itu." (Hadith Riwayat Imam Muslim).

Pantasnya masa berlalu meninggalkan kita. Begitu juga pantasnya perubahan peradaban manusia. Islam yang suatu masa dahulu begitu cemerlang pada zaman kegemilangannya, kini sudah hilang taring kegahannya. Khilafah yang berkurun lamanya mentadbir dunia, sudah hilang bisa keramatnya. Malah umat yang dalam sejarahnya pernah menguasai dua pertiga dunia, hari ini di seantero pelusuk ditindas, diusir dari tanah air sendiri, diperhina, dijajah secara fizikal dan fikrah permikiran, diperkotak-katikkan serta dilabel secara negatif dengan sewenang-wenangnya.


Kepemudaan Dan Kearifan Fikiran (Pencarian Model Mithali Generasi Muda)

"Kepemudaan satu cabang dari kegilaan. (Hadith Nabi SAW). Memang kegilaan itu ditakuti tetapi kadang-kadang kegilaan itu perlu untuk mengubah sejarah yang telah membeku. Revolusi yang besar-besar selalu dipelopori oleh kegilaan pemuda. Tetapi setelah babak pertama dan revolusi selesai, datanglah masanya memakai fikiran dan renungan yang timbul dari kearifan."

Demikianlah salah satu daripada percikan pengalaman dan kata renungan budi yang dinukilkan oleh Prof. Dr. Hamka di dalam bukunya Lembaga Budi. Sememangnya generasi muda merupakan generasi terbaik untuk mengalami proses pembentukan mental, pembangunan sahsiah dan ketangkasan fizikal. Mereka memiliki potensi yang pelbagai dan kejayaan mencernanya dengan baik boleh menyumbang ke arah pembangunan sumber daya insan yang berkualiti.

Siapa tidak pernah mendengar nama Muhammad bin Murad iaitu pemuda gagah dan berhati waja yang pada usia 23 tahun mampu mengepalai usaha menakhluki kota Konstantinapol pada hari Selasa 20 Jamadil Awwal 857 Hijrah bersamaan 29 Mei 1453 dan akhirnya dikenali sebagai Muhammad al-Fatih. Malah pastinya ramai yang ingin mencontohi Usamah bin Zaid, pemuda bersemangat besi baja yang di kala usia baru mencecah 18 tahun telah dilantik menjadi panglima perang untuk mengetuai satu ketumbukan tentera yang besar.


Teori U.M.M.I. Dalam Kehidupan Mahasisiwa

Seorang pendidik pernah berpesan; "Perjalanan hidup ini baru bermula. Ia masih jauh dan terlalu lama untuk sampai ke penghujungnya. Terlalu banyak pengertian dan kesabaran yang dituntut. Tetapkan iman dan tabahkan hati agar perjalanan ini berakhir dengan sebuah senyuman." Kata-kata ini dirasakan amat perlu untuk dijadikan motivasi di dalam menuntun kehidupan seorang mahasiswa ke arah mencapai kebahagiaan hidup dan kecemerlangan bersepadu. Ini penting kerana bila matlamat dan haluan kehidupan mahasiswa itu adalah matlamat dan haluan yang Rabbani, bererti dia telah mengetahui dari mana dia datang dan ke manakah dia akan pergi serta manakah tempat kekalnya.

Sering diperkatakan bahawa mahasiswa merupakan generasi yang akan mewarisi kepimpinan negara pada masa akan datang. Golongan ini jugalah yang merupakan pelapis berjiwa kental yang akan menjadi aset penting untuk kelangsungan perjuangan bangsa dan agama. Jatuh bangunnya ummah di millennium mendatang banyak bergantung kepada kemandirian komuniti teras ini. Malah, frasa-frasa yang terkadang hanya retorik semata-mata seperti cream of the society dan mahasiswa jurubicara masyarakat turut dicanangkan bagi menunjukkan keluhuran dan kegahan masyarakat kampus ini.


Idealisme dan Perjuangan Mahasiswa

Hari penerimaan sijil ijazah merupakan hari yang amat dinanti-nantikan oleh kebanyakan mahasiswa. Pada bulan Ogos 2004 yang lepas, kebanyakkan univerisiti tempatan mengadakan majlis konvokesyen untuk mahasiswa mereka yang telah menamatkan pengajian. Namun begitu, adakah graduan yang mereka lahirkan itu benar-benar berkualiti dan mampu bersaing dengan keadaan dunia yang semakin mencabar? Lihat saja kepada setiap minggu sambutan konvokesyen yang dibuat oleh setiap universiti. Tarafnya lebih kurang sama dengan keadaan di pasar malam.
Mahasiswa sudah lama mendiamkan diri untuk bertindak sebagai interest group atau political force. David B. Truman, merupakan seorang pakar dalam sains politik mendefinasikan interest group sebagai a shared-attidude group that makes certain claims upon other groups in society. Namun apa yang kita dapat lihat sumbangan mahasiswa kepada masyarakat amatlah kecil jika dibandingkan dengan masa lampau. Kita tidak mampu lagi menyuarakan hasrat kita sebagai seorang mahasiswa, apatah lagi untuk membela nasib masyarakat. IPT sudah lama disajikan dengan budaya hedonisme. Lihat saja apa yang sudah terjadi kepada UM, sebuah universiti yang bertaraf tinggi hanya mampu untuk mengadakan funfair sempena minggu sambutan konvokesyennya baru-baru ini. UIAM pula, sebuah universiti yang bertaraf antarabangsa juga tidak ketinggalan untuk mengadakan funfair. Jika budaya ini tidak dibendung oleh Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) setiap universiti atau mereka yang berkuasa, maka kita akan mendapat graduan yang lesu dan tidak mampu untuk membangunkan negara secara amnya.
MPP sepatutnya mengharmonikan lagi kehidupan di kampus dan dalam masa yang sama mampu untuk mengangkat martabat mahasiswa. Selain daripada itu, mahasiswa sepatutnya mempunyai matlamat dan halatuju yang sama. Hal ini tidak boleh dipengaruhi oleh mana-mana blok parti politik tempatan yang dominan iaitu UMNO dan PAS. MPP adalah suara mahasiswa secara keseluruhan dan bukannya suara mana-mana parti politik yang mempunyai kepentingan.
Sekiranya MPP menjadi lidah kepada sesebuah parti politik, maka akan tercetuslah perbalahan di kalangan mahasiswa dan tidak akan ada solidariti di kalangan mahasiswa sendiri. Sebenarnya, mahasiswa mampu untuk berdiri tanpa pertolongan orang luar kerana kita punya idealisme tersendiri. Mengapa kita mahu membawa ideologi politik luar? Adakah mahasiswa kita sudah lemah? Mahasiswa kita lesu dan lemah adalah disebabkan oleh tangan-tangan ahli politik yang mempunyai agenda mereka sendiri. Apa gunanya ilmu yang kita belajar di kuliah sekiranya kita menjadi lidah kepada parti politik tempatan dan bukan lidah mahasiswa dan masyarakat sepenuhnya.
Politik luar tidak seharusnya mencorak dan meracuni minda mahasiswa secara nyata atau tidak nyata. Biarkan mahasiswa membentuk diri mereka yang sebenar dan biarkan mereka untuk berbicara dengan menggunakan lidah mereka sendiri. Razak Baginda pernah berkata bahawa mahasiswa sekarang ini sudah tidak aktif seperti dahulu. Mereka sudah tidak lagi mengutarakan pandangan-pandangan yang bernas malah menerima dengan seadaanya. Mahasiswa sudah tidak lagi mempersoalkan sesebuah isu dan tidak peka dengan keadaan dunia sekarang. Beliau juga menambah bahawa mahasiswa di Malaysia secara keseluruhannya sudah tidak kreatif. Beliau mendefinasikan kreatif sebagai “Creative is when you go against the norms of the society. You can question and argue on it”.
Mahasiswa mampu untuk memberi satu impak yang positif sekiranya mereka mempunyai satu suara dan hati yang sama. Masalah masyarakat akan mereka bela tanpa mengambil sikap prejudis di antara satu sama lain. Malah, segala kerja sosial, pandangan dan kritikan akan diterima oleh sesiapa sahaja sekiranya mahasiswa benar-benar mewakili mahasiswa secara keseluruhan dan bukannya parti politik. Mahasiswa perlu berani untuk berdiri dengan sendiri tanpa bimbingan daripada ‘The Invisible Hand’. Seandainya ‘The Invisible Hand’ ini yang mencorakkan mahasiswa dengan ideologi-ideologi tertentu, maka, institusi pendidikan akan tercemar dan ilmu yang selama ini dituntut, hanya menjadi air liur yang sudah basi.
Secara keseluruhannya, mahasiswa perlu mempunyai idealisme dan perjuangan mereka sendiri. Sekiranya ini berlaku, banyak pihak yang akan mendengar pandangan dan kritikan kita. Dalam masa yang sama, mahasiswa perlu penjadi politicial force atau interest group yang akan mencorakkan masa depan mahasiswa sendiri. Dengan yang demikian barulah suara mahasiswa mampu menjadi bicara ummah dalam memperjuangkan sebarang agenda kebenaran dan saksama.



Diadaptasi dari muhtarsuhaili.tripod.com


# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 2:00 PM
Semarak Semangat Generasi Muda
Oleh: Esqandar Mazri Shaari

Suatu ketika dahulu, Islam mampu melebarkan sayap empayar di bumi Andalusia. Catatan historis ini dinukil di dalam sejarah Islam sebagai keagungan aspirasi taghyir (kemasyhuran) pemerintahan Khilafah Islamiyyah paling berjaya selepas zaman Khulafa’ ar-Rasyidin. Ketika itu Eropah sangat susah untuk ditumbangkan kerana tamadunnya telah mencapai aras kebangunan peperangan yang terlalu tinggi, mencakupi taktik & strategi peperangan, akomodasi persenjataan dan sokongan dari pelbagai arah tamadun sekitarnya. Namun atas keizinan dari percaturan Maha Hebat Allah SWT, Islam berjaya dibuka dan diperkembang dengan luas. Tercatat juga dalam rentetan sejarah tersebut wira yang bertanggungjawab melaksanakan taklif (amanah) ini, yang pasti kelicikan fikirannya, kekuatan semangatnya, ketundukan pada menyelesaikan taklif ini telah dilaksanakan dengan begitu sempurna, atau bicara lainnya panglima yang mengepalai armada tentera-tentera Islam untuk menakluki Kota Sepanyol. Beliau ialah Sultan Muhammad al-Fateh. Pada seawal usia 18 tahun Sultan Muhammad al-Fateh telah dilantik sebagai panglima penggempur ke Andalusia.
Armada yang terdiri dari ratusan kapal perang telah dibakar supaya semangat tentera-tentera Islam tidak luntur bahkan tidak berkesempatan untuk mengundur diri. Saat ketikanya sebelum peperangan, dikumpulkan kesemuanya lantas bertanya Sultan Muhammad al-Fateh kepada tentera-tenteranya;
“ Siapakah dikalangan kalian sepanjang dari baligh sehingga kini tidak pernah meninggalkan solat 5 waktu?” Maka terduduklah hampir sebahagian tentera-tenteranya, hanya beberapa ribu yang tampil kehadapan. Lalu dari kelompok ribuan ini dipertanyakan persoalan selanjutnya;
“Siapakah dikalangan kalian sepanjang dari baligh sehingga kini tidak pernah meninggalkan solat sunat rawatib?” Nyata persoalan ini menapis hampir keseluruhan dari ribuan tadi, yang tinggal hanya beberapa ratus sahaja. Sehingga akhirnya diajukan persoalan terakhir;
“Siapakah dikalangan kalian sepanjang dari baligh sehingga kini tidak pernah meninggalkan qiyamullail?” Suasana hening dan sepi sebentar, lantas kesemua ratusan tentera tadi berundur, duduk dan tertunduk keinsafan. Berdirilah Sultan Muhammad al-Fateh seorang diri menghadap ribuan tenteranya. Lalu peperangan dimulai dan Sultan Muhammad al-Fateh mara di barisan paling hadapan, bersedia untuk menggempur Kota Sepanyol, menerima panahan dari tentera-tentera Rom untuk membuka empayar Islam di Andalusia.
Menganjak nahdah (kebangkitan) generasi muda zaman ini yang telah cair dan hilang jati diri, matlamat dan prospek kehidupan adalah terlalu sukar kerana mereka enak berada di dalam zon yang terlalu selesa. Kesan dari globalisasi telah mewujudkan imperialisme pemikiran dan budaya, sehinggakan budaya keMelayuan Nusantara sendiri telah disanggah dan dinafikan, apatah lagi pencernaan sikap dan sifat mulia muslim seolah-olah hari ini dipandang sesuatu yang jelik dan ganjil. Lantas generasi muda lesu dan disibukkan dengan keseronokan melampau sehingga segala pertimbangan dibuat atas dasar pengaruh yang santai. Inilah belenggu kongkongan mentaliti yang mesti dipecah, diberi vaksin penyembuh kesedaran bahawa mereka adalah tunggak pengharapan yang bakal menerajui negara kelak. Generasi muda hari ini dilihat gagal memajukan diri, membentuk suasana sirna, menguasai dan menghadami ilmu dan kemahiran, meneladani sejarah silam Tanah Air, menghayati suruhan dan batasan agama dan menghormati budaya. Prof. Syed Hussein al-Attas menyifatkannya sebagai penyakit perhambaan mentaliti (the captive mind) yang menghambat kemajuan ummah. Kerunsingan sepatutnya timbul adakah generasi muda hari ini benar-benar mampu menjinjing tamadun Melayu Islam Nusantara untuk terus kekal sebagai tamadun yang wibawa. Sedangkan lintasan kejatuhan tamadun-tamadun terdahulu disebabkan oleh keadaan dan sifat generasi mudanya yang semakin kikis. Memang telah nyata generasi pelanjut sesuatu tamadun jika diabaikan akan memutuskan kesinambungan tamadun dan terkubur sebagai tamadun yang telah lenyap. Allah SWT telah memberi amaran di dalam tanzil ayatnya yang berbunyi;
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum kaum itu mengubah keadaan diri mereka.”
(ar-Ra’d:11)
Sebahagian para mufassirin ada yang melontarkan penulisan bahawa mengubah keadaan itu sama maksudnya juga mengubah hati, jiwa dan fikiran. Mengubah keadaan hati dari amarah kepada taqwa, mengubah keadaan jiwa dari lesu kepada bangkit dan mengubah keadaan pemikiran dari jahil kepada ilmu. Dalam konteks generasi muda hari ini, ketiga-tiga elemen perubahan di atas tidak berlaku sekata, kerana itu kedapatan bermacam-macam masalah dan krisis dikaitkan dengan mereka. Dari gagal di dalam pelajaran, menjadi sampah masyarakat, terjebak dengan kehinaan, mengambil sesuatu yang tidak bermanfaat, ekspresi jiwa yang kecil dan penakut sehinggalah tidak terbentuk adab kesantunan budaya Melayu dan melanggar syari’at Allah SWT.
Sultan Muhammad al-Fateh adalah sebahagian dari ratusan generasi muda yang diangkat di dalam sejarah kerana berjaya memakmurkan pembawaannya. Justifikasi yang harus dinilai bahawa tokoh-tokoh muda yang dirakam dalam sejarah dunia sangat memiliki sifat-sifat agung sebagai seorang penjana dan penggerak kebangkitan. Tokoh-tokoh muda Islam berjaya mengadaptasi Islam kepada suasana dan masyarakat, tokoh-tokoh muda nasionalis berjaya membakar semangat juang negara dan tokoh-tokoh muda cendiakawan berjaya mempelopori dan mengamali ilmu. Kesemua menghasilkan sesuatu yang memberi kermanfaatan samada perolehan untuk diri, ummah, agama, negara dan ilmu. Mereka tahu dan sedar peranan dicampakkan di dalam persekitaran disekelilingnya sehingga akhirnya mampu menggerakkan perubahan dan pembaharuan. Mekanisme paling berkesan membentuk tokoh-tokoh muda sebegitu adalah agama, diikuti oleh ilmu. Generasi muda hari ini belum cukup kondusif dan komprehensif dengan kefahaman sempurna terhadap Islam sebagai agama dan belum cukup iltizam dan dominan mengungguli ilmu sebagai adab. Menjelang alaf baru pula, generasi muda ditimpa dengan krisis besar, azmah al-ummah (kepincangan ummah) yang sungguh mencabar. Generasi muda menghadapi krisis nilai, krisis akhlak, krisis ekonomi, krisis sosial dan krisis ilmu bahkan mudah tersungkur di antara salah satu krisis-krisis tersebut. Hendaklah ada di dalam jiwa generasi muda hari ini akan kebimbangan yang berat terhadap generasi seusianya yang terjerumus ke lembah kekalutan dan kehinaan. Sungguhpun ada kebimbangan tetapi tiada proses pembaikan maka persekitaran akan semakin berat untuk dijana perubahan.
Semarak semangat generasi muda seperti Sultan Muhammad al-Fateh adalah teradun dengan beberapa keunggulan sebagai seorang yang matang. Generasi muda harus mengenalpasti dan menjauhi perkara-perkara bersifat kelesuan dan santai untuk membiasakan diri kental terhadap sebarang permasalahan. Mereka mesti berpandangan jauh, menyusun prospek dan matlamat dengan sempurna seterusnya melaksanakan tanpa jemu. Konotasi inilah yang meruntun pembesaran jiwa generasi muda, mereka mampu berdiri sendiri dan mampu pula mengubah suasana dan membentuk trendsetting kepada perbaikan jika dicampakkan ke sesuatu tempat dan keadaan. Ringkas kata generasi muda adalah sebagai jurubicara masyarakat dan ummah, dirinya mampu mengasimilasi dan mengadaptasi Islam kepada persekitaran sekeliling. Harus juga diwaspadakan bahawa impak keberadaan di dalam zon yang terlalu selesa telah melahirkan generasi muda yang lepas tangan, mereka semacam telah dijangkiti sindrom talk but no action; hebat merencana penuh strategis, tajam bicaranya dan lebih mengetengahkan peribadi seorang advokasi iaitu hanya pandai memberi komentar tetapi gagal menunjukkan aksi dan perbuatan terhadap apa yang dilontarkannya. Inilah penyakit kritikal segenap generasi muda, tidak mahu mengambil bahagian terhadap membina kebangkitan perubahan, hanya senang sebagai pemerhati dan pak turut. Lantas senang melalaikan diri dengan perkara yang bukan-bukan dan tiada kemanfaatan kepada umum. Ayuh generasi muda, bangkitlah semarak semangat untuk memulihkan kembali segala yang telah lesu.-Kerana Tuhan Untuk Manusia-

(Perbincangan minggu hadapan: Anak Didik & Pendidik Berjiwa Rabbaniy)

# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 1:59 PM
Friday, December 03, 2004
KASIH SAYANG UNTUK SIAPA.

Oleh: Akhinajah( zikri)



Seringkali kita menafsirkan bahawa kasih dan sayang merupakan suatu definisi yang sama. Namun pada hakikatnya kasih sayang merupakan dua perkataan yang berbeza iaitu kasih bermaksud cinta atau suka yang menunjukkan rasa akrab atau setia. Manakala sayang bermaksud hormat yang menunjukkan rasa perihatin. Adapun dalam penafsiran Al-Quran ungkapan bacaan basmallah yang bermaksud “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih” menjelaskan bahawa maksud kasih dikhususkan kepada hambanya yang beriman dan taat, berbanding dengan sifat pemurah Allah yang umum kepada semua umat manusia. Jelaslah bahawa makrifat tentang kasih lebih membawa maksud yang khusus berbanding sayang.

Persoalan yang cuba saya timbulkan disini ialah milik siapakah kasih yang sewajarnya kita berikan. Sekiranya kita kasihkan kepada semua orang siapakah orang yang kita patut utamakan. Bagaimana pula batasan setiap curahan kasih sayang kita terhadap sesuatu. Persoalan seperti ini perlu kita fikirkan kerana untuk membetuli fahaman sebahagian masyarakat kita yang kurang memahami konsep kasih sayang. Sebahagian daripada mereka menganggap kasih hanya diutamakan kepada teman hidup. Mereka seharusnya membuka kefahaman minda mereka dengan lebih meluas. Kasih sayang ini sebenarnya meliputi kasih kepada Tuhan, rasul, keluarga, saudara seagama, kepada orang lebih tua dan sebagainya. Namun begitu setiap kasih sayang yang dicurahkan hendaklah juga berlandaskan dengan syariat yang telah digariskan. Maka apakah boleh seseorang itu berkasih sayang dengan seorang yang bukan makhramnya. Sememangnya dibolehkan pergaulan antara lelaki dan perempuan selagi ia tidak menimbulkan sebarang maksiat atau fitnah dan tidak terlalu bebas. Tetapi sejauh manakah batasan syariat ini diamalkan teutamanya kita sebagai remaja masakini. Oleh persoalan inilah yang harus fikirkan untuk menimbangtara keadaan pergaulan disekeliling kita.

Ketahuilah bahawa cinta yang paling agung dan kekal abadi hanya kepada tuhan yang yang Maha Pencipta. Rasa kasih dan cinta kepada Allah dikatakan cinta hakiki kerana ia adalah cinta yang abadi jauh berbeza dengan cinta kepada makhluk yang bersifat baharu dan tidak kekal lama. Rasa kecintaan itu akan mendorong seseorang hamba itu untuk sentiasa melakukan kebajikan, berkorban dan berjihad pada jalan-Nya. Segala kenikmatan dunia yang fana dan persaan cinta kepada kekasih atau kaum kerabat tidak akan menghalang seseorang itu melakukan kebajikan. Hasil dari rasa kecintaan dengan sentiasa mengabdikan diri kepada Allah akan menimbulkan kemanisan iman dalam melakukan ibadah. Segala perintah dan larangan-Nya dapat dilaksanakan dengan mudah tanpa mempersoalkan setiap apa-apa yang terkandung dalam kitab-Nya. Sebagaimana sabda nabi s.a.w “Tiga perkara sesiapa yang terdapat ketiga-tiga perkara itu dalam dirinya beliau akan mendapat kemanisan iman Iaitu: Bahawa Allah dan Rasul-Nya lebih ia kasihi dari yang lain, bahawa beliau tidak mengasihi seseorang kecuali kerana Allah, bahawa beliau benci kembali kepada kekufuran sebagaimana beliau benci dilontarkan ke dalam neraka”. (Hadith diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Selain mengasihi Allah kita juga dituntut untuk mengasihi nabi junjungan kita. Sebagai umat bagi nabi akhir zaman kita seharusnya memberikan kasih dan kita kepada baginda kerana atas pengorbanan bagindalah kita sehingga kehari ini mendapat taufik dan hidayah Islam yang suci lagi hak disisi Allah s.w.t. Sekiranya diimbas kembali sirah baginda, banyak pengorbanan yang baginda lakukan demi kasihnya kepada umatnya. Sehinggakan waktu baginda hendak menghembuskan nafas terakhir, tidak terlepas dari mulut baginda untuk menyebut “umatku”. Maka apakah pengorbanan dan jasa kita sebagai tanda kasih kita kepada baginda. Kita seharusnya melakukan segala yang dituntut oleh baginda, memperbanyakkan berselawat dan mengamalkan segala sunnahnya. Dan apakah wajar sekiranya kita mengingkari dan menghina baginda yang bakal memberi syafaat Uula diakhirat kelak.

Sehubungan itu kita juga diwajibkan mengasihi ibubapa. Sebagai anak seharuslah kita berjasa kepada mereka kerana tanpa kewujudan mereka siapalah kita semua, Segala kasih sayang dan pengorbanan yang dicurahkan kepada kita sejak kita kecil lagi, tidak pernah harapkan balasan. Segala yang mereka lakukan adalah semata demi kebahagian kita. Sewajarnyalah kita mengenang jasa mereka bukan sekadar dalam bentuk kebendaan bahkan yang utama ialah kasih sayang. Dikalangan mereka kita perlulah mengutamakan kasih kepada ibu. Seperti pepetah mengatakan ‘Syurga itu terletak ditapak kaki ibu’, dan dalam Islam mengatakan bahawa keredhaan Allah terletak pada keredhaan ibu kita. Maka seharusnyalah kita berbuat baik kepada mereka. Walaupun sesekali kehendak dan keputusan kita dihalangi atau dilarang oleh mereka, bukanlah mereka itu membenci kita tetapi kerana mereka menyayangi mereka. Ketahuilah bahawa segala suruhan dan larangan mereka mempunyai hikmat dan terletaknya keberkatan apa yang kita lakukan.

Kasih sayang juga perlu turut diwujudkan kepada saudara seagama kita. Sebagai umat bagi agama yang mementingkan pertalian ukhuwah kita seharusnya saling hormat-menghormati, mengutamakan keperluan saudaranya, memberi salam dan sebagainya. Mafhun daripada sabda Nabi s.a.w “Tidak sempurna iman seseorang itu sehingga dia mengasihi saudaranya lebih dari kasih akan dirinya”. Hubungan ukhuwah yang dianjurkan Islam sememangnya mempunyai pelbagai kebaikan kepada individu juga masyarakat. Hubungan yang diredhai oleh Allah akan menghasilkan keharmonian dan kebahagiaan dalam masyarakat. Segala permusuhan dan hasad dapat dihindarkan dan setiap masalah dapat diselesaikan dengan mudah dengan adanya keperihatinan dan amalan bantu-membantu sesama saudara. Sesungguhnya pelbagai kelebihan dapat diperolehi dalam amalan kasih sayang sesama saudara. Persaudaraan dalam Islam diumpamakan sebagai sebuah binaan yang bergantung antara satu dengan yang lain. Sekiranya mereka saling kukuh-mengukuhi maka teguh lah binan tersebut.

Secara umumnya konsep kasih sayang dalam kehidupan seseorang manusia merupakan suatu perkara yang umum dan meluas. Naluri kasih sayang adalah fitrah semula jadi bagi makhluk yang hidup di atas muka bumi ini. Justeru berkasih sayang antara hamba dengan tuhannya adalah kasih atau cinta yang hakiki dan abadi. Kita makhluk yang mempunyai perasaan secara fitrahnya mencintai akan kebenaran, keamanan dan kasih sayang, dan sesungguhnya kasih dan cinta hanya lah berhak kepada Tuhan yang Maha Esa.

# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 7:00 PM
Mahasiswa Sebagai Penyelamat Akhlak Generasi Muda.Zinnirah Annury Lumba haram atau mat rempit. Isu bohsia dan bohjan.Masalah pengguguran haram, hamil di luar nikah,pelacuran, vandalisme, penagihan dadah tegar, melepak,hisap gam, samseng, kongsi gelap, mencuri, merompak,membunuh dan sebagainya. Semakin maju negara, kitaperlu ‘membayar’ sedikit untuk pembangunan yangdisebut-sebut ini. Semakin hari, semakin galakberita-berita dan laporan-laporan tentang masalahkeruntuhan akhlak dan moral dikalangan generasi mudaterpampang di dada-dada akhbar. Gambaran iniseolah-olah tidak ada apa-apa tindakan atau kawalanyang diambil oleh pihak-pihak tertentu untuk cubamengatasinya. Situasi ini juga seolah-olah gejalasumbang ini telah menjadi kelaziman dalam masyarakatdan dapat diterima seadanya. Adakah masyarakat hanya mampu menjadi NATO (noaction, talk only)? Adakah generasi sebegini yang kitaharap-harapkan untuk menerajui tampuk pemerintahannegara dan mewarisi negara Malaysia yang merdeka suatuhari nanti? Dimanakah peranan dan kesedaran kita untukmembantu pelatih-pelatih yang ditempatkan dirumah-rumah perlindungan Jabatan Kebajikan Masyarakat(JKM) seperti Taman Seri Puteri, Sekolah Tunas Baktidan Asrama Akhlak yang terdapat di seluruh Malaysia?Tepuklah dada, tanyalah iman. Justeru, mahasiswa dilihat sebagai kelompok yangpaling sesuai untuk menjadi penyelamat akhlah generasimuda hari ini. Sabda Nabi s.a.w. mafhumnya; “Mahukah kalian ku beri tahu orang yang sangat akukasihi dan orang yang paling dekat kepadaku tempatduduknya nanti di akhirat?” Rasulullah mengulangipertanyaan itu sampai 2 kali dan pada kali ketiga,para sahabat menjawab,“ Mahu ya Rasulullah.”Maka Rasulullah bersabda,“ Orang yang paling dekatdenganku adalah orang yang paling baik akhlaknyadiantara kalian.” –H. R. Ahmad. Berdasarkan hadith ini jelas digambarkan betapaseseorang yang mempunyai akhlak yang baik dan terpujimendapat penghormatan yang tinggi di sisi Islam.Dengan ini, mahasiswa berperanan untuk mencetuskansatu kesedaran dan anjakan dikalangan generasi mudauntuk mengamalkan cara hidup Islam yang syumul yangmelorongkan mereka ke arah berakhlak mulia. Sekiranyadiamati dan ditelusuri fitrah kejadian manusia itusendiri, sudah pasti kita dapat menyimpulkan setiapmanusia yang berakal menginginkan kepada sesuatu yangbaik, cantik dan sempurna. Tidak ada seorang pun yangmahu kepada keburukan dan kehinaan. Label mahasiswa itu sendiri menunjukkan golongan initerdiri daripada individu yang berpendidikan danlumrahnya menuntut di institusi-institusi pengajiantinggi (IPT), atau lebih mudah dikenali sebagaigolongan intelektual. Persekitaran mereka merupakanpersekitaran yang membudayakan ilmu pengetahuan danpendidikan yang bermanfaat. Maka dengan segala ilmuyang ada mereka sewajarnya mampu untuk merubah danmembimbing generasi muda supaya berakhlak denganakhlak Islam yang sebenar. Penglibatan mahasiswa dalam persatuan dan pertubuhantertentu yang objektif utamanya adalah memberi khidmatkepada masyarakat merupakan batu loncatan yangmembolehkan mereka menjadi penyelamat akhlak generasimuda. Contohnya Persatuan Kebangsaan Pelajar IslamMalaysia (PKPIM) ini sendiri yang banyak mengadakankem-kem motivasi di sekolah-sekolah, menjalankankempen-kempen kesedaran seperti Kempen Tak Nak Merokokdan menyumbangkan bakti mereka di kampung-kampungdapat menjuruskan kepada pembentukan akhlak yang lebihbaik. Ada sesetengah pendapat mengatakan para pelajardi sekolah lebih mudah mendengar dan menerima nasihatmahasiswa yang biasanya bertindak sebagai fasilitatordalam kem-kem motivasi yang dijalankan berbandingkata-kata guru mereka. Keadaan ini mungkin disebabkanoleh perwatakan mahasiswa yang lebih bersifat sebagaiseorang kawan, bukannya guru. Seperti yang kita sediamaklum, generasi muda kebanyakannya remaja yang lebihmudah terpengaruh dengan rakan sebaya dan lebihcenderung untuk mendengar nasihat rakan-rakan mereka.Ini kerana sifat remaja itu sendiri yang tidak sukadikongkong dan diperintah. Kumpulan ini juga mempunyaisifat ingin tahu dan ingin mencuba yang tinggi sertamengharapkan sokongan atas setiap tindakan merekabukannya sekatan dan bantahan tanpa memberikanpenjelasan yang konkrit. Mahasiswa lebih mudah mendekati kelompok inidisebabkan faktor usia yang hampir sebaya denganmereka ataupun sebagai abang dan kakak mereka. Tidakseperti guru yang mana status itu sendiri dilihatseperti meletakkan jurang antara guru dan pelajar yangmenyebabkan pelajar berasa kurang selesa dan maluuntuk membicarakan hal-hal yang diluar kepompongakedemik. Dalam membina akhlak yang baik, tidak hanyadidasarkan pada ajaran-ajaran yang bersifat perintahatau larangan semata-mata seperti seorang guruberkata,“Buatlah begini, dan jangan buat begitu“.Sebaliknya, proses pembentukan akhlak yang baik adalahmelalui kemampuan untuk memberi tauladan yang baikdalam tindakan-tindakan yang dilakukan. Ini keranaseseorang itu lebih mudah terpengaruh daripadapemerhatiannya terhadap keperibadian baik yangditonjolkan atau bolah disifatkan sebagai role model.Oleh yang demikian, mahasiswa yang menunjukkan akhlakyang mulia dapat menjadi role model kepada generasimuda pemangkin ummah pada hari ini dan masa akandatang. Dengan ini, dapat disimpulkan bahawa mahasiswa mampumembawa perubahan yang besar dalam pembentukan akhlakmulia dikalangan generasi muda khususnya danmasyarakat umumnya dengan ilmu pengetahuan danpengalama yang diperolehi samada secara langsung atautidak langsung. Senario masyarakat hari ini yangmenaruh harapan dan memandang tinggi terhadap golonganintelektual ini merupakan satu bonus mendidikseterusnya membina masyarakat yang bertamadun danterbentuk berdasarkan acuan Islam yang sempurna.InsyAallah...

# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 6:50 PM
Wednesday, December 01, 2004
Salam Syawal

Di panjatkan segala kesyukuran ke hadrat Ilahi.Segala puji-pujian hanya untuk Allah SWT.Hanyalah Allah SWT satu-satunya tuhan tiada yang lainnya.Tuhan yang menguasai alam sejagat.Tuhan yang menguasai setiap sesuatu hatta sebesar-besar perkara sehingga yang tersembunyi di hati kecil kita.
Serta Selawat dan salam ke atas baginda Rasulullah SAW.Segala kerinduan dan kecintaan kepada baginda Rasul.Pengorbanan baginda untuk umat tercinta ini tak terbalas dengan segenap tenaga yang ada.Kasih baginda pada umat ini amat agung dan tak terbanding.
Dan kepada para sahabat yang dikasihi.
Syawal menjelma bersama Ramadhan yang baru meninggalkan kita.Berat merelakan pergi namun begitulah sunatullah yang ditetapkan.Setiap pertemuan adanya perpisahan.Semoga bulan tarbiyah yang dilalui memberi seribu satu kesan untuk kita terus bergerak bersama jemaah tercinta ini.Diseru pada diri dan kepada para sahabat marilah kita membaharui tekad menyemaikan azam untuk tetap terus istiqamah dalam medan perjuangan ini.

Semaikan ukhuwah mahabah fillah

“dan orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan sesetengahnya menjadi penolong bagi sesetengahnya yang lain,mereka menyeru berbuat kebaikan dan melarang dari berbuat kejahatan”
surah at taubah 71

Berpaksikan firman Allah SWT diseru untuk kita benar-benar menyemai semangat ukhuwah fillah.Diseru kepada setiap ahli PKPIM menyingkirkan rasa ana niyah dan keakuan.Lontarkan jauh-jauh dari kolam jiwa.Diseru untuk mengutamakan kepentingan jemaah berbanding kepentingan diri.Selesaikan masalah yang bersarang demi kepentingan umat.Jemaah ini adalah milik umat.Saling bersikap toleransi dan bermaafan adalah sikap yang terpuji.Ambil pendekatan berbincang,menerima pendapat orang lain insyallah menjernihkan keadaan.Terlalu banyak tugas kita mana mungkin hati-hati yang berkonfrantasi dapat menyelesai tugas dengan baik dan sempurna.Diseru untuk kita saling ingat-mengingati dan menerima nasihat dari sahabat yang lain.Inilah tanda Mahabah fillah.Semaikan kasih sayang kerana Allah SWT.

Semaikan kasih murni hati ini,
Rasa tenang bila bertemu malah memberi kekuatan,
Itu tanda kasih bersemi sudah,Antara hati-hati ini.
Memperkasa amalan kerohanian.
“orang-orang itu yang mengingati Allah sambil berdiri atau duduk aatau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi”
surah al imran 191

Sesudah menjalani bulan tarbiyah.Bulan diikatnya iblis dan syaitan.Mari kita sama-sama memperkasakan kembali amalan kerohanian.Tekankan soal perkara fardhu.Utamakan jemaah seboleh-bolehnya.Kerana dengan amalan kerohanian dapat menjadi benteng pertahanan diri yang utuh untuk mematahkan serangan iblis,syaitan,nafsu,kafir dan munafiq.Serapkan roh Rabbaniy ke dalam setiap salur darah yang mengalir di dalam tubuh kita.Untuk memimpin sebuah perubahan memerlukan satu iltizam yang tinggi.Iltizam yang tinggi dapat dibina dengan melatih diri dengan bersungguh-sungguh.Jadikan amalan kerohanian sebagai sumber inspirasi kekuatan didalam jalan perjuangan ini.Kemana lagi mahu diadukan keluh kesah ini selain kepada Allah yang Maha Mengetahui.

Kita berperang,Mereka jua berperang,
Kita sakit,mereka jua sakit,
Mereka tiada harapan,Kita ada pengharapan,
Iatu hanya pada Tuhan

Menjatikan memperkasa budaya ilmu

Ilmu sangat penting di dalam penghidupan sehari-hari.Ilmu perlu dicari.Bukan mengharapkan dicurah ilmu tetapi perlu dicari.Apa hilang dari umat islam sekarang adalah hikmah/ilmu.berkewajipan ke atas setiap batang tubuh ini untuk mengutip kembali hikmah yang hilang ini.Walau dimana-mana ia berada.Namun pemulihan ilmu jua adalah berdasar ilmu yang yang sebenarnya bimbang-bimbang diri ini dan sahabat sekalian sesat di dalam pencarian.Bergurulah dengan guru-guru yang benar-benar diyakini.Janganlah payahkan untuk bertanya.Perkasakan kembali setiap bidang yang diceburi digedung ilmu ini.Jadikan kita ini sebenar-benarnya graduan Universiti.Martabatkan kembali gelaran Mahasiswa.Bahagikan masa kita kerana kita masih berkewajipan sebagai pelajar.Namun ini bukan alasan untuk berehat dari medan dakwah.Kerana di sana nanti akan ditanya.Apa yang kita lakukan untuk Tuhan.Hidup kita ini kerana Tuhan.

Akhirkalam.Dipohon kemaafan atas segala dosa kerana diri yang banyak berkata-kata ini lebih banyak silapnya.Pohon pimpinan dari sahabat sekalian.Tunjukkan padaku petunjuk.Semoga eidil fitri ini memberi satu keertiaan kita ini yang terlibat di dalam gerakan islam.

Allahu akbar
Allahu akbar
Walillah ilhamd

Salam eidil fitri dan fitrah diri
Serta salam ukhwafillah untuk seluruh sahabat yang benar-benar dikasihi.
Tinta firdaus ahdi alhadi
Rabu, 24 November 2004

# oleh - chy_ketenteramanku | jam - 2:56 PM
Tuesday, September 21, 2004
Idealisme Dan Perjuangan Mahasiswa

Oleh : Saudara Akmal Hisham Abdul Rahim
Hari penerimaan sijil ijazah merupakan hari yang amat dinanti-nantikan oleh kebanyakan mahasiswa. Pada bulan Ogos 2004 ini, kebanyakkan univerisiti tempatan mengadakan majlis konvokesyen untuk mahasiswa mereka yang telah menamatkan pengajian. Namun begitu, adakah graduan yang mereka lahirkan itu benar-benar berkualiti dan mampu bersaing dengan keadaan dunia yang semakin mencabar ? Lihat saja kepada setiap minggu sambutan konvokesyen yang dibuat oleh setiap universiti. Tarafnya lebih kurang sama dengan keadaan di pasar malam.Mahasiswa sudah lama mendiamkan diri untuk bertindak sebagai interest group atau political force. David B. Truman, merupakan seorang pakar dalam sains politik mendefinasikan interest group sebagai a shared-attidude group that makes certain claims upon other groups in society. Namun apa yang kita dapat lihat sumbangan mahasiswa kepada masyarakat amatlah kecil jika dibandingkan dengan masa lampau. Kita tidak mampu lagi menyuarakan hasrat kita sebagai seorang mahasiswa, apatah lagi untuk membela nasib masyarakat. IPT sudah lama disajikan dengan budaya hedonisme. Lihat saja apa yang sudah terjadi kepada UM, sebuah universiti yang bertaraf tinggi hanya mampu untuk mengadakan funfair sempena minggu sambutan konvokesyennya baru-baru ini. UIAM pula, sebuah universiti yang bertaraf antarabangsa juga tidak ketinggalan untuk mengadakan funfair. Jika budaya ini tidak dibendung oleh Majlis Perwakilan Pelajar (MPP) setiap universiti atau mereka yang berkuasa, maka kita akan mendapat graduan yang lesu dan tidak mampu untuk membangunkan negara secara amnya.MPP sepatutnya mengharmonikan lagi kehidupan di kampus dan dalam masa yang sama mampu untuk mengangkat martabat mahasiswa. Selain daripada itu, mahasiswa sepatutnya mempunyai matlamat dan halatuju yang sama. Hal ini tidak boleh dipengaruhi oleh mana-mana blok parti politik tempatan yang dominan iaitu UMNO dan PAS. MPP adalah suara mahasiswa secara keseluruhan dan bukannya suara mana-mana parti politik yang mempunyai kepentingan.Sekiranya MPP menjadi lidah kepada sesebuah parti politik, maka akan tercetuslah perbalahan di kalangan mahasiswa dan tidak akan ada solidariti di kalangan mahasiswa sendiri. Sebenarnya, mahasiswa mampu untuk berdiri tanpa pertolongan orang luar kerana kita punya idealisme tersendiri. Mengapa kita mahu membawa ideologi politik luar ? Adakah mahasiswa kita sudah lemah ? Mahasiswa kita lesu dan lemah adalah disebabkan oleh tangan-tangan ahli politik yang mempunyai agenda mereka sendiri baik dari parti UMNO atau PAS. Apa gunanya ilmu yang kita belajar di kuliah sekiranya kita menjadi lidah kepada parti politik tempatan dan bukan lidah mahasiswa dan masyarakat sepenuhnya. Jika berlaku perkara sedemikian, maka rugilah ilmu dan masa selama tempoh pengajian kita di kampus. Mereka ini boleh di anggap sebagai ‘mahasiswa pak turut’. Sekaligus akan menghancurkan nama baik sesebuah universiti yang dianggap sebagai taman ilmu dan budi.Politik luar tidak seharusnya mencorak dan meracuni minda mahasiswa secara nyata atau tidak nyata. Biarkan mahasiswa membentuk diri mereka yang sebenar dan biarkan mereka untuk berbicara dengan menggunakan lidah mereka sendiri. Razak Baginda pernah berkata dalam sebuah seminar yang berlangsung di UIAM baru-baru ini bahawa mahasiswa sekarang ini sudak tidak aktif seperti dahulu. Mereka sudah tidak lagi mengutarakan pandangan-pandangan yang bernas malah menerima dengan seadaanya. Mahasiswa sudah tidak lagi mempersoalkan sesebuah isu dan tidak peka dengan keadaan dunia sekarang. Beliau juga menambah bahawa mahasiswa di Malaysia secara keseluruhannya sudah tidak kreatif. Beliau mendefinasikan kreatif sebagai “Creative is when you go against the norms of the society. You can question and argue on it”.Mahasiswa mampu untuk memberi satu impak yang positif sekiranya mereka mempunyai satu suara dan hati yang sama. Masalah masyarakat akan mereka bela tanpa mengambil sikap prejudis di antara satu sama lain. Malah, segala kerja sosial, pandangan dan kritikan akan diterima oleh sesiapa sahaja sekiranya mahasiswa benar-benar mewakili mahasiswa secara keseluruhan dan bukannya parti politik. Mahasiswa perlu berani untuk berdiri dengan sendiri tanpa bimbingan daripada ‘The Invisible Hand’. Seandainya ‘The Invisible Hand’ ini yang mencorakkan mahasiswa dengan ideologi-ideologi tertentu, maka, institusi pendidikan akan tercemar dan ilmu yang selama ini dituntut, hanya menjadi air liur yang sudah basi.Secara keseluruhannya, mahasiswa perlu mempunyai idealisme dan perjuangan mereka sendiri. Sekiranya ini berlaku, banyak pihak yang akan mendengar pandangan dan kritikan kita. Dalam masa yang sama, mahasiswa perlu penjadi politicial force atau interest group yang akan mencorakkan masa depan mahasiswa sendiri. Anak muda biarlah diwakili oleh anak muda dan bukannya diwakili oleh mereka yang sudah tua, lebih-lebih lagi mereka yang mempunyai kepentingan diri sendiri.

# oleh - acah | jam - 6:03 PM

Powered by Blogger

:: CIT CAT FM ::

:: UNDIAN ::

:: TAHUKAH ANDA? ::

:: ARKIB ::
  • 07/01/2004 - 08/01/2004
  • 09/01/2004 - 10/01/2004
  • 12/01/2004 - 01/01/2005
  • 01/01/2005 - 02/01/2005
  • 02/01/2005 - 03/01/2005
  • 01/01/2006 - 02/01/2006
  • :: SENTUHAN KALAM ::
    "Tanggungjawab itu lebih banyak daripada masa yang ada"
    Hasan al-Banna

    :: SANTAPAN ::
    Utama
    PC Editor
    Fikrah
    Kampus
    Isu Semasa
    Bicara Tokoh
    Kupasan Buku
    Ekonomi
    Bahasa
    Rileks
    Infomasi
    Catatan Usrah
    Slot Motivasi
    Kertas Kerja
    Koleksi Resolusi
    Muhasabah Jiwa
    Lembaran Sirah
    HEWI
    Personaliti
    Doa Amalan
    Sains & Teknologi

    :: INPUT PEMBACA ::
    Fikrah Madani mengalu-alukan sebarang sumbangan karya atau komen daripada pembaca bagi mutu penerbitan kami. Segala karya yang tersiar menjadi hak milik penerbit.

    Hantar ke alamat:
    fikrahmadani@yahoo.com

    Editor Fikrah Madani
    Masjid Sultan Ismail,
    Universiti Teknologi Malaysia,
    81310 Skudai,
    Johor Darul Ta'zim.
    Sila sertakan nama penuh, alamat, nombor telefon dan jika masih menuntut, nyatakan institusinya.

    :: REDAKSI ::
    Penasihat
    Qandar
    Ketua Editor
    Pak An
    Editor
    Qadahus Nawzi
    Wartawan
    Rasa Oren
    Al-Ayubi
    Wanni
    Teeh
    Izahtul
    Penulis
    Qiadiy Legend
    Escore
    Suhadak
    Ibn Husin
    Pereka Kreatif
    Cireng
    Ajin
    acahmakenon